Friday, November 26, 2010

Muroqib

Terjumpa sketsa menarik ini tatkala berjalan-jalan di blog orang.

Di Jordan, syabab perkasa ini dinamakan sebagai muroqib.
Di Mesir pula, ikhwah cakna ini dipanggil sebagai mushrif.
Walau apa pun gelaran mereka, terima kasih kerana ada untuk membantu menjaga kami! :)

Sunday, October 17, 2010

Janji


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih

Aku bersaksi dengan hati dan lisan, dengan jasad dan 'amal, bahawa Engkau Allah, Tuhan yang ku sembah, dan Nabi Muhammad rasulMu, yang ku taati.

Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku, adalah keranaMu Ya Allah Tuhan sekalian Alam.

Friday, August 06, 2010

Tak nak puasa?


“Ustaz, saya bercadang untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini sebab saya terpaksa menduduki peperiksaan”, kata seorang mahasiswi melalui emailnya kepada saya.
“Saya yang lemah iman tidak mungkin boleh berpuasa Ramadhan ini sebab aktiviti minggu orientasi yang berat!”, maklum seorang mahasiswa pula.
“Saya terlalu bernafsu kuat dan sering melakukan masturbasi termasuk di Ramadhan ini. Apakah nasib saya ustaz?”, tulis seorang… maaf bukan seorang, tapi beberapa orang pelajar perempuan melalui email kepada saya. Ya, perempuan. Bukan lelaki.

Mengapa Ramadhan tidak berkesan?


slide1e
“Mengapa Ramadhan tidak berkesan?” soalan yang diamanahkan kepada saya untuk mengupasnya.
Ringkas, tetapi jawapannya bukan mudah.
Kita mengalaminya. Dalam segala janji Allah, galakan dan kemudahan-Nya untuk kita beribadah, kita sering tidak mencapai impian. Jarak di antara diri idaman menjelang Syawwal berbanding diri sebenar, selalu jauh bagai timur menggamit barat.
Mengapa?

The Ramadhan Checklist

When starting on a journey, most people like to have a list of items that they will need. Before departure they make sure they have all the items. That is to ensure they do not spoil their trip by forgetting something, or not being well equipped for the trip. A journey is usually exciting, and travellers like to make the most of the opportunity to enjoy themselves.

Friday, July 16, 2010

Syadidkah Kerjasama Muslimin Muslimat?



Alhamdulillah malam ini saya telah selesai mengadakan mesyuarat muhasabah untuk program Seminar Cendekiawan Islam 2010 ( SEARCH 10 ) yang berlangsung minggu lepas. Saya sangat bersyukur kerana pada malam ini saya banyak belajar perkara-perkara yang baru daripada sahabat-sabahat AJK yang sudah berpengalaman mengendalikan program dibumi jordan ini. Semua muhasabah ini insyaAllah akan difailkan untuk dirujuk oleh generasi akan datang supaya mereka tidak lagi mengulangi kesilaapan kami. Didalam banyak-banyak musahabah pada malam ini, ada satu topik yang saya rasa sangat berfaedah jika saya kongsikan bersama anda. Ianya adalah topik kerjasama diantara muslimin dan muslimat.

Sunday, July 11, 2010

The 21 Irrefutable Laws of Leadership


  1. The law of the lid. Every leader has a ceiling. Maybe you’re destined to be the supreme master of the universe or maybe you can’t even get your dog to come when you call him. Think about your leadership lid and what you can do to push it higher.
  2. The law of influence. Leadership is not about your title or position. It’s about leading. Can you lead in a situation where your title or position don’t matter? Practice some anonymous leading.
  3. The law of process. Leaders use a process whenever they build something. It makes your ventures repeatable and scalable. Build a step-by-step process for doing something.
  4. The law of navigation. Setting goals is important. Navigation takes it one step further because you’re plotting a course of actions that take you to the goal. Define a goal for yourself and plot a course to reach it.
  5. The law of E. F. Hutton. This law is taken from the old commercials “When E. F. Hutton speaks, people listen”. Find someone who’s a stronger leader than you are. Now just listen.
  6. The law of solid ground. Leaders build trust. Spend some time today building or strengthening the trust that someone has in you.
  7. The law of respect. Loyalty and respect take trust a step further. Think about who you would follow no matter where they wanted to go. And why.
  8. The law of intuition. With experience, you’ll build great instincts. Leaders go with their gut many times because they need to make quick decisions. Practice making quick decisions using your intuition.
  9. The law of magnetism. Leaders attract people like a magnet. And good leaders always attract the right people to get the job done. What kind of people do you need to attract? Figure out how you can do that.
  10. The law of connection. Remember, without people there’s nothing there. Network and really connect with someone today.
  11. The law of the inner circle. Every leader has an inner circle of people they trust and rely on. Inner circle people have great talents and vision of their own. Better than yours in some things. Start building your inner circle.
  12. The law of empowerment. To build a team, you have to give other people ownership of what they’re doing. You have to let them lead. Empower someone else and let them lead.
  13. The law of reproduction. Leaders create followers. Great leaders create other leaders. Start being a leadership mentor to someone today.
  14. The law of buy-in. You believe in someone’s ideas after you already believe in the person. Practice selling YOU instead of just your ideas.
  15. The law of victory. When something doesn’t work out, you learn something new. But it’s important not to start with that idea or else you might give in to it. Strive for nothing less than total victory today.
  16. The law of the big mo. Momentum is capital. With every success, you build momentum that makes the next success easier. Take something small and use its success to do something bigger.
  17. The law of priorities. Leaders are busy. And some things are more important than other things. Put together a list of everything you have to do and prioritize it from most important to least.
  18. The law of sacrifice. You have more responsibilities to other people and other things as a leader. Sometimes, you have to give something up to take care of those responsibilities. Sacrifice something you care about for someone else today.
  19. The law of timing. Opportunities are everywhere. One of the big things that makes something a good opportunity is timing. Recognize an opportunity and pounce on it right away.
  20. The law of explosive growth. To grow, you need to lead everyone in the right direction. To create explosive growth, you need to lead other leaders in the right direction. Reach out and start leading other leaders today.
  21. The law of legacy. Eventually, someone else will do what you’re doing right now. More than building other leaders, more than being a mentor, you have to build the leader that can take care of and do everything you can do. Start building a leader you can pass the baton to.

Friday, July 09, 2010

Mengasihani dan menghormati yang bernama lelaki


Kepada Insan Bernama Perempuan,
Sesungguhnya saya terseksa dengan perangai sesetengah dari kalangan anda.
Pakai baju nampak pusat, pakai skirt pendek.
Ketat-ketat bak sarung nangka, terbonjol sana tertonjol sini.
Sanggul atas, sanggul tepi, sanggul belakang.
Rambut hitam, oren, pink dan hijau.

Thursday, July 08, 2010

Bukan mahasiswa biasa


"Mahasiswa yang berorientasikan bilik kuliah adalah mahasiswa dungu di abad ke 21. Mahasiswa yang fokusnya untuk peperiksaan adalah mahasiswa statik yang tidak memberi impak kepada sekelilingnya. Mahasiswa yang rigid dengan silabus buku teks pensyarah adalah manusia ketinggalan dalam dunia keterbukaan ilmu."

Mahasiswa kurun ke 21 adalah mahasiswa yang meneroka, mengkaji, menjelajah dan menulis. Jika unsur-unsur seperti ini tiada pada diri mahasiswa maka mahasiswa akan ketinggalan dalam era serba fakta dan berilmu pengetahuan.

Seruan untuk menjadi 'orang baru' adalah seruan penting penuh bermakna. Sejarah mencatatkan betapa bernilainya menjadi orang baru yang bermanfaat kepada orang lain pada masa mendatang. Menjadi orang baru bererti melawan arus masyarakat semasa. Bertentangan dengan adat lazim manusia semasa. Menjadi orang baru meninggalkan jauh masyarakat ke belakang dan mengejar mutiara beharga di hadapan tanpa perlu menunggu masyarakat menerima dahulu.

Betapa ramai tokoh orang baru pada masa dahulu yang kini menjadi sebutan, bukti maha penting orang baru untuk membentuk masyarakat masa hadapan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ( 729H/1328M) terkenal sebagai orang baru ditengah-tengah masyarakat zamannya. Justeru itu pandangannya jauh berbeza dengan pandangan masyarakat semasa ketika itu. Padahnya beliau mati dijeriji besi di bawah penguasaan diktator yang sombong. Tapi manfaatnya sehingga kini fikrahnya, hujahnya, idealismanya dan prinsipnya megah diamalkan masyarakat beragama dan telah melahirkan jutaan ulama' yang hebat dan agung.

Al-Ghazali, satu contoh orang baru dizamannya. Nah, diumur 40 tahun sudah ratusan kitab dikarangnya. Sehingga nyawa dicabut pada umur yang muda, tapi meninggalkan khazanah ilmu yang maha hebat.

Di Tanah Melayu, muncul tokoh seperti Abdullah Munshi yang menjadi orang baru di zaman kegelapan masyarakat melayu ketika itu. Disaat masyarakat yang sibuk dengan perkara-perkara tahyul, seperti jin, hantu, syaitan dan iblis, Abdullah Munshi keluar dari bayangan kegelapan itu dengan menghasilkan karya penulisan yang gah sehingga ke hari ini.

Pada ketika itu beliau menulis tentang keburukan sikap lelaki Melayu Kelantan yang pemalas, duduk bersilang kaki di wakaf-wakaf, sedang wanitanya bertungkus-lumus bekerja di sawah padi dan di pasar-pasar. Walau ketika itu kritikan ini mendapat serangan negatif masyarakat ketika itu, tapi jelas terbukti kebenarannya pada masa sekarang. Lihatlah di majlis-majlis ilmu, berapa ramai mahasiswa hadir untuk mendengar berbanding mahasiswi. Bukti jelas kebenaran kata-kata Abdullah Munshi, ratus tahun dulu.

Inilah antara bukti betapa penting menjadi orang baru. Kita tak mahu menjadi solid seperti Ibnu Taimiyyah, Imam Ghazali, Ibnu Sina atau Abdullah Munshi. Kerana tokoh-tokoh yang sering kita sebut ini adalah hafalan di mulut semata-mata. Retorik kepada diri kita sahaja. Tapi kita mahu menjadi orang baru di zaman kita, sepertimana mereka menjadi orang baru di zaman mereka.

Jadi tiga gagasan yang ingin disebutkan ini merupakan faktor besar kepada perubahan mahasiswa bermula hari ini. Iaitu reformist, revivalist dan penjelajahan.

Mahassiwa hari ini perlu bersifat reformist pada diri dan masyarakat sekeliling. Suara kebangkitan perubahan perlu disokong dan didokong. Sudah 50 tahun mahasiswa dijajah pemikirannya dan berpuluh tahun juga mahasiswa disekat kebebasannya untuk bersuara. Jadi mahasiswa perlu bangkit untuk tidak lagi rasa dibelenggu dengan sekatan-sekatan itu.

Ruang untuk bergerak masih luas walau beratus rantaian dan sekatan kepada mahasiswa. Jangan sekali-sekali berhenti. Mahasiswa matang apabila mampu membangkitkan suara perubahan dan menggerakkan gagasan perubahan tanpa bimbang dengan sekatan-sekatan yang kecil itu.

Kemudian mahasiswa perlu bersikap revivalist, iaitu menggerakkan kebangkitan suara perubahan. Jangan menunggu suasana yang membangkitkan perubahan, tapi kitalah yang mencetuskan suara kebangkitan itu. Kalau mahasiswa menjadi penunggu setia di era kebangkitan generasi Homo Zapiens, nescaya mahasiswa akan kalah dan bakal menjadi mahasiswa kuno di kurun ke 17.

Jika mahasiswa Australia mampu membaca 180 biji buku setahun kenapa kita tidak mampu mengejar dengan sekurang-kurangnya membaca 50 biji buku setahun?

Gagasan yang ketiga ialah mahasiswa perlu menjelajah. Sungguh aib dan bodoh di kurun ke 21 ini, masih ramai lagi mahasiswa yang asyik menunggu cuti semester untuk pulang ke kampung halaman, membuang masa kosong tanpa memberi apa-apa manfaat. Jadikan masa cutimu untuk menjelajah segenap pelosok tempat yang boleh memberi satu pengalaman baru kepadamu.

Sekurang-kurangya bila berada di kampung, kajilah berapa ramai penduduk kampung yang masih belum mendapat bekalan air. Usahakan sesuatu supaya masyarakat kampung mendapat manfaat daripada kita selama 2 bulan cuti di kampung halaman.

Akhirnya melakukan perubahan adalah perbuatan dan perlaksanaan, bukan kata-kata manis dan bersemangat sahaja. Artikel seterusnya saya akan bincangkan bagaimana menghadapi generasi homo zapiens. Generasi online tanpa henti.

"Tembok Berlin bukan diruntuhkan oleh Caunselor Jerman, tetapi dilakukan oleh sekumpulan 25 orang Mahasiswa Universiti Berlin dengan ketukan paku ke dinding tembok"

Nukilan matang, http://sisyahid.blogspot.com

Nota hati: Terkilan dengan kebanyakan mahasiswa yang sengaja memejamkan mata dari mencerna realiti dunia. Iya,tugasan kita adalah untuk belajar, tetapi bukan sekadar belajar apa yang tersedia di dalam kitab, tetapi belajarlah juga untuk membaca realiti. Sedarlah mahasiswa, kalian punya kuasa untuk merubah dunia. Mulakan langkah menjadi mahasiswa proaktif dengan memperbaiki imej diri dan sikap. Jika persoalan penampilan masih belum selesai, bagaimana mungkin mahu memimpin dunia? Cukuplah memanjai diri setelah sekian lama dengan isu remeh temeh. Buka mata, buka minda. Jadilah mahasiswa yang berjiwa besar dan berwawasan!

Monday, July 05, 2010

Ujian



"Berhentilah daripada mencari unsur luar, kerana semua itu ada dalam dirimu. Mahu bahagia atau derita, pilihlah sendiri. Mahu menafsirkan ujian sebagai kaffarah dari Allah, peluang untuk diperbaiki dan memperbaiki, atau mahu menafsirkannya sebagai bala bencana penyebab derita lagi sengsara,pilihlah sendiri"[Abu Saif]


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...